Ku ceritakan kisahku, bukan berarti aku tak mampu memendamnya, atau pamer pada kalian tentang yang kurasa. Hanya saja, kisah ini layak aku tuturkan sebagai pengantar tidur kalian atau bahan guyonan belaka. Aku memulainya..
Dia hadir dimataku, menjelma bagai bidadari kecil yang manis. Keluguan yang terpancar dari wajah kanak-kanaknya, tak serta merta menenggelamkan usia yang ada padanya, seorang gadis yang beranjak dewasa. Ah.. betapa dia begitu polos menyikapi kefanaan dunia. Penuturannya membuatku tersadar bahwa hidup tak melulu menghamba pada konsepsi yang selama ini aku agungkan. Keduniaan membuatku terlena dan melupakan kefanaan itu sendiri.
Ah yha.. akhirnya aku terlena pada sosokmu. Menghamba dengan sepenuh cinta pada ketenangan yang terpancar saat aku bersamamu. Gadisku, betapa aku merasakan aura surgawi bersamamu, betapa aku menginginkan usapan lembut tangan mungilmu. Semuanya aku lupakan, semuanya aku relakan untuk tak menjamah dan merebut rasa hatiku padamu. Termasuk pengingkaran terhadap diriku seutuhnya, dan menjadi apa yang kau inginkan.
Aku telah sepenuhnya menghamba pada cinta ini, aku telah sepenuhnya berharap pada rasa ini. Lelaki yang takluk pada sosok agungmu ini bak kurcaci yang kerdil di mata putri salju. Menghamba...mengamba..menghamba.. benarkah ini konsepsi cinta sesungguhnya?
Lalu kau pergi, berlari mengejar mimpimu sendiri tanpa membawaku turut serta. Aku tak paham dan hanya bisa diam. Gadisku, kau telah memporakporandakan mimpiku untuk bersamamu. Mati rasa hatiku untuk menghamba pada sejumput rasa itu lagi. Nista nian dirku dihadapmu gadisku, hingga kau buat aku terjatuh pada lubang terdalam ini. Ahhhh... aku mengagumimu bukan hanya karena aku telah menghamba pada cinta, tapi kamu telah berani mengusik pertahanan jiwa dan prinsip hidupku.
(Dikutip dari cerita seorang kawan, bagaimana kemudian lelaki bisa selemah ini karena perempuan. Betul apa kata pepatah, bahwa kelemahan lelaki adalah “harta, tahta dan wanita”)
Jika perempuan telah megalami ketertindasan sosial, maka lelaki mengalami ketertindasan perasaan karena perempuan.
Malang, 18 Januari 2010
Thursday, 12 August 2010
Friday, 20 November 2009
Tentang Tulisan
Saya sebenarnya bingung mau nulis apa, saya juga bingung karena ide segar saya telah menguap bersama kepulan kesibukan hari ini. saya cuma pengen nulis tentang tulisan, sesuatu tentang yang sedang saya wujudkan dalam proses bernama menulis. bingung yha tentang apa yang saya tulis? saya sendiri juga bingung kok. tuh kan, kalimat saya muter-muter.. hehe
tapi yang saya tahu, tulisan itu memiliki kekuatan maha dahsyat. Keagungan sebuah tulisan mampu mengubah pemikiran seseorang dan mendorongnya untuk merubah dunia. keren kan? ouh.. betapa mulianya menjadi seorang penulis. Dia tidak saja membawa keindahan dalam setiap goresan kata yang ia tuangkan, tapi sebuah makna yang coba dicurahkan akan mampu membuat dunia ini lebih 'hidup'.
Bayangkan jika tidak ada tulisan, tentang sejarah, tentang peradaban, tentang tokoh-tokoh besar, tentang kisah cinta yang mengharu.... ahh.. gag seru kali.
tulisan juga yang pada akhirnya mengungkap penderitaan para perempuan dibawah struktur patriarki, Tulisan mengungkap semuanya, menelanjangi fakta, bahkan ber-trasendensi dari ikatan kultural yang ada...
hahaha.. Tulisan memang hebat. Saya banyak tahu dari tulisan yang ditulis oleh para pemikir hebat!
dann.. kemudian apakah saya juga mampu membuat tulisan untuk membawa sebuah paradigma tentang kesetaraan hak dan kesempatan antara laki-laki dan perempuan???
Kita Lihat saja nanti... (^_^)
tapi yang saya tahu, tulisan itu memiliki kekuatan maha dahsyat. Keagungan sebuah tulisan mampu mengubah pemikiran seseorang dan mendorongnya untuk merubah dunia. keren kan? ouh.. betapa mulianya menjadi seorang penulis. Dia tidak saja membawa keindahan dalam setiap goresan kata yang ia tuangkan, tapi sebuah makna yang coba dicurahkan akan mampu membuat dunia ini lebih 'hidup'.
Bayangkan jika tidak ada tulisan, tentang sejarah, tentang peradaban, tentang tokoh-tokoh besar, tentang kisah cinta yang mengharu.... ahh.. gag seru kali.
tulisan juga yang pada akhirnya mengungkap penderitaan para perempuan dibawah struktur patriarki, Tulisan mengungkap semuanya, menelanjangi fakta, bahkan ber-trasendensi dari ikatan kultural yang ada...
hahaha.. Tulisan memang hebat. Saya banyak tahu dari tulisan yang ditulis oleh para pemikir hebat!
dann.. kemudian apakah saya juga mampu membuat tulisan untuk membawa sebuah paradigma tentang kesetaraan hak dan kesempatan antara laki-laki dan perempuan???
Kita Lihat saja nanti... (^_^)
Subscribe to:
Posts (Atom)
